Studi Kelayakan Mengenai Safari di TN. Ujung Kulon, TN. Bukit Barisan dan TN. Way Kambas

MAL CLARBROUGH

Dept Konservasi New Zealand dan Dirjen PHKA-Dept. Kehutanan Indonesia (1990-1993)

Kurangnya para pengusaha dan pengelola dalam pengamatan dan penilaian keadaan pada lokasi Ujung Kulon, Bukit Barisan Selatan, dan Way Kambas. . Studi lapangan yang dilakukan di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan dan Way Kambas terbatas sampai beberapa hari saja untuk masing-masing Taman . Denga demikian pengamatan dan penilaian keadaan yang dilakukan konsultan terpusatkan pada lokasi-lokasi yang disarankan oleh para pengelola dari masing-masing taman tersebut. Disarankan agar dilakukan penyelidikan lebih lanjut dan lebih mendetail atas kemungkinan-kemungkinan untuk kegiatan Wisata Safari di TNWK dan TNBBS berdasarkan usulan-usulan yang diajukan dalam studi kelayakan ini. Di TNUK berpotensi untuk mengembangkan Wisata Safari tergantung pada prasarana-rasarana yang menunjang yang sedang dibangun. Transportasi melalui jalan dan kapal ke Taman ini sudah memadai, terdapat suatu jaringan tenaga-tenaga pemandu, pengangkat barang dan juru masak, jalan-jalan setapak telah ada di sekitar lingkungan semenanjung dan meliputi isthmus. Dalam tahun 1993 diantisipasikan bahwa serangkaian areal perkemahan akan ditetapkan untuk menunjang usulan Wisata Safari. Para pengelola wisata safari berupaya menggabungkan serangkaian perjalanan dan berbagai macam kegiatan yang berkaitan dengan pengamatan kehidupan satwa liar dan upaya memperoleh pengalaman dari atraksi alam.

Dampak yang diakibatkan oleh kegiatan terhadap lingkungan harus sekecil mungkin dan apabila memungkinkan harus mencerminkan cara hidup penduduk setempat serta kebudayaan mereka, misalnya dengan menggunakan penduduk setempat yang memiliki kemampuan serta menerapkan teknik untuk menyelidiki dan mengamati satwa liar.

Untuk mengembangkan wisata safari, diupayakan memanfaatkan berbagai fasilitas akomodasi termasuk rumah-rumah penduduk, losmen, tenda-tenda, sampan utnuk perjalanan melalui sungai dan tenaga-tenaga pengangkut barang.

Para pengusaha dalam bidang kepariwisataan safari yang memanfaatkan taman-taman nasional untuk melaksanakan kepentingan usaha wisata safari terlebih dahulu harus mengajukan permohonan kepada PHPA utnuk memperoleh konsesi atau ijin untuk beroperasi yang tergantung pada besar kecil skala operasinya.

 

 

Back | Top | Halaman Depan