Usulan Pengembangan Situs Peninggalan Sejarah Tanjung Layar (Tahap II)

TIM RISET ARKEOLOGI

Dept Konservasi New Zealand dan Dirjen PHKA-DEPHUT Indonesia –PUSLITARKENAS (1993-1995)

Usulan pengembangan Situs Peninggalan Sejarah Tanjung Layar dilakukan berdasarkan hasil kesimpulan laporan Peninggalan Arkeologi Kolonial dan Rencana Pengembangan Peninggalan Sejarah di Lokasi Tanjung Layar. Dari laporan memperlihatkan pentingnya daerah tanjung layar sebagai lokasi mercusuar yang memandu kapal-kapal mencapai pintu selatan dari Selat Sunda. Mercusuar di lokasi tersebut pernah digunakan sebelumnya sekitar tahun 1972 dan diduga bahwa menara besi mercusuar yang ada sekarang bukanlah yang asli dan bahwa mercusuar yang asli dibangun dari pasangan batu bata dengan menggunakan lempengan batu sebagai tangga yang melingkar. Konstruksinya sendiri mungkin dibangun selama abad ke-19 pada saat Daendles (Gubernur Hindia Belanda) merencanakan membangun sebuah dermaga di Cibom. Laporan ini mengungkapkan bahwa betapa pantingnya sejarah kemaritiman Indonesia , demikian juga dengan pentingnya arti kebudayaan dilokasi ini yang menunjukkan banyaknya penduduk asli yang hidup selama masa penjajahan.

 

 

Back | Top | Halaman Depan