Archa Ganesha di Pulau Panaitan

DRS. HALWANY MICHROB, M.S c

Suaka peninggalan sejarah dan purbakala Prop. Jabar, DKI, dan Lampung (1992)

Situs Pulau Panaitan untuk pertama kalinya ditemukan pada tahun 1894 oleh Bupati Caringin R. Adipati Koesoemaningrat ketika inspeksi pemasangan patok trianggulasi. Secara tidak sengaja ia menemukan dua buah arca di tepi jalan setapak di kaki Gunung raksa. Kedua arca tersebut adalah arca Ganesha dan arca Siva. Dari hasil Ekskavasi di Pulau Panaitan belum memperoleh tambahan data arkeologi, selain data arkeologi di permukaan tanah, berupa arca Ganeca, lingga semu (patok) serta batu-batu pipih dalam posisi tegak. Di situs ini pun pernah ada dalam himpunan data, sebuah arca Civa yang telah dicuri dari tempatnya semula, namun dapat diamankan kembali dan sekarang disiman di Musium Negeri Sri Bhaduga-Bandung. Ekskavasi juga tidak menghasilkan data artefak yang dapat digunakan untuk menetapkan pertanggalan, dan karenanya penetapan pertanggalan situs upacara di Pulau Panaitan ini hanya dapat dilakukan menurut kerangka perkembangan Hinduisme di Jawa Barat. Gaya seni pahat pada arca tersebut diperkirakan setingkat dengan masa puncak perkembangan seni Hindu di Jawa Barat, sebagaimana diperlihatkan dengan gaya seni Cibuaya di pantai Utara, dan Candi Cangkuang di Pedalaman yakni antara abad VII-IX Masehi.

 

 

Back | Top | Halaman Depan