Peninggalan Arkeologi Kolonial Situs Tanjung Layar TNUK
Tim Arkeologi (1990-1993)
Dept Konservasi New Zealand dan BTNUK-PUSLITARKENAS
Taman Nasional Ujung Kulon adalah kawasan yang kaya akan flora dan faunanya. Selain itu banyak terdapat pula peninggalan sejarah . Keberadaan peninggalan sejarah Mercusuar dan bangunan lainnya merupakan suatu saksi bahwa di daerah ini pernah berlangsung suatu kegiatan manusia. Dan hal ini merupakan objek yang sangat menarik bagi para wisatawan terutama mengenai latar belakang sejarah dan kulturalnya.
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap latar belakang sejarah dan studi arsitektur terhadap peninggalan situs Tanjung Layar.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei dan studi pustaka.
Dari kegiatan penelitian ini diketahui bahwa keberadaan Tanjung Layar sangat penting sebagai lokasi mercu suar yang memandu kapal mencapai pintu selatan dari Selat Sunda.. Mercusuar ini pernah digunakan pada tahun 1972 dan diduga menara besi mercususr yang asli dibangun dari pasangan batu bata yang menggunakan lempengan batu sebagai tangga yang melingkar. Konstruksinya sendiri dibangun selama abad ke-19. Pada masa Daendels (Gubernur Jenderal Hindia Belanda) direncanakan akan dibangun sebuah dermaga di Cibom sehingga tempat ini memiliki arti penting bagi sejarah kemaritiman indonesia. Selai itu menunjukkan banyaknya penduduk yang hidup pada masa penjajahan di tempat tersebut.
Back | Top | Halaman Depan