Analisis Biaya Pembalakan Ilegal di Areal Hutan Konservasi (Studi Kasus Kelompok Pembalak di Taman Nasional Ujung Kulon SKW Cibayoni, Kab. Pandeglang, Prop. Banten)

WAWAN GUNAWAN

Mahasiswa Fakultas Kehutanan (2000)

Taman Nasional Ujung Kulon merupakan suatu kawasan yang tidak membenarkan adanya suatu aktivitas manusia yang mengganggu fungsi pelestarian. Salah satu gangguan yang dapat mengancam keberadaan Taman Nasional yaitu pembalakan liar (illegal logging).

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui karakteristik social ekonomi masyarakat meliputi mata pencaharian, pendapatan, pendidikan, jumlah anggota rumah tangga, umur, asal/tempat lahir, dan besarnya tingkat penebangan liar di Taman Nasional Ujung Kulon; mengetahui hubungan beberapa factor social ekonomi masyarakat penebang liar yang diduga berpengaruh terhadap tingkat penebangan liar di Taman Nasional Ujung Kulon dan mengetahui system harga dan besarnya tingkat pendukung dan efisien serta untuk menganalisa biaya produksi kayu.

Data diperoleh melalui wawancara dengan responden (pembalak yang masih aktif) di kampong Cimanggu, Kopi, Cibayoni, Citangkil, dan Cangkeuteuk.

Dari hasil penelitian diketahui bahwa produktivitas pembalakan per bulan sebesar 1.4 m3 – 10 m3/kelompok. Kelompok masyarakat yang membalak umumnya bermatapencaharian sebagai petani dan nelayan. Tingkat pendidikan para pembalak sangat rendah yaitu tidak sekolah dan SD (tamat atau tidak tamat). Pendapatan kelompok pembalak sebagai petani atau nelayan berkisar antara Rp. 5.000,00 – Rp.10.000,00. Ada 2 faktor penyebab terjadinya pembalakan illegal yaitu factor intern (motivasi yang timbul untuk memenuhi kebutuhan hidup) dan factor ekstern (adanya permintaan dari pengusaha kayu dan peralihan status kawasan Taman Nasional Ujung Kulon dari Dinas Kehutanan dan Perum Perhutani).

Pemanenan kayu dilakukan secara manual dan penebangannnya dilakukan secara mekanis dengan menggunakan chainsaw dan sortimenya adalah short wood system. Tingakt produktivitas pembalak sebesar 1.5 m3 – 2.3 m3/hari/kelompok dalam bentuk papan atau deplang dengan harga jual Rp. 300.000,00 – Rp.400.000,00/m3

 

 

Back | Top | Halaman Depan