Penggunaan Ruang Habitat oleh Badak Jawa ( Rhinoceros sondaicus , Desm. 1822)
di Taman Nasional Ujung Kulon

E.K.S. HARINI MUNTASIB

Program Pasca Sarjana-IPB (2002)

Badak Jawa termasuk satwa yang sangat langka di dunia, di Indonesia hanya terdapat di Taman Nasional Ujung Kulon dan terkonsentrasi di Semenanjung Ujung Kulon, namun tidak semua ruang di Semenanjung Ujung Kulon merupakan habitat Badak Jawa. Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan pola penggunaan ruang habitat Badak Jawa berdasarkan komponen-komponen fisik, biologi dan social dengan menggunakan pemodelan/analisis spasial. Pemodelan dibangun berdasarkan hasil survey lapanagn sehingga didapatkan data-data titik untuk setiap komponen dan peta-peta dasar AMS, rupa bumi serta batas-batas sehingga didapatkan peta-peta topografi dan tematik. Dalam penelitian ini dilakukan survey lapang di 21 transek untuk mendapatkan data vegetasi, sensus badak&banteng, distribusi kubangan serta lokasi ditemukannya badak dan banteng. Untuk menganalisi data, dilakukan secara spasial dengan menggunakan metode tumpang tindih (overlay), pembobotan (weighting) dan pengharkatan (scoring). Untuk memperoleh klasifikasi kesesuaian habitat badak. Hasil analisa yang berupa klasifikasi kesesuaian habitat badak kemudian divalidasi dengan distribusi badak yang didapatkan. Hasil penelitian menunjukkan ruang habitat yang sangat sesuai adalah di daerah Cibandawah, sebagian Cikeusik, Citadahan dan Cibunar dengan luas 1.077,44 Ha, sedeangkan ruang habitat yang sesuai adalah di daerah sebagian Cibandawah, Cikeusik, Citandahan, Cibunar, Ciujungkulon, Karang Ranjang, Kalejetan, Cikabeumbeum, Cigenter, Citelang, Jamang, Nyiur dan Nyamaan dengan luas 18.857,07 Ha. Adapun hasil validasi pemodelan sebesar 95,9-98,84%.

 

 

Back | Top | Halaman Depan