Penggunaan Ruang oleh Beberapa Individu Badak Jawa ( Rhinoceros sondaicus, Desm., 1822) di Cibandawoh Taman Nasional Ujung Kulon
KHAERUL BASYAR
Mahasiswa Fak. Kehutanan (KSDH)-IPB
Sumberdaya yang ada di dalam kawasan Taman Nasional Ujung Kulon dimanfaatkan oleh berbagai jenis satwa liar untuk kepentingan hidupnya, antara lain sumberdaya pakan, air dan ruang. Pemanfaatan sumberdaya secara bersamaan akan menyebabkan terjadinya persaingan, baik antara badak jawa dengan satwa lain seperti banteng, maupun antar individu badak Jawa yang satu dengan yang lainnya. Hal ini mengakibatkan terjadinya perubahan wilayah jelajah badak Jawa dan penggunaan ruang yang digunakan sebagai habitat Badak Jawa. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data dan informasi tentang penggunaan ruang oleh beberapa individu badak Jawa di daerah Cibandawoh yang menjadi daerah konsentrasinya. Metode penelitian dilakukan dengan mengikuti jejak yang ditinggalkan dan pengamatan langsung terhadap jejak badak Jawa. Parameter yang diamati adalah arah pergerakan badak jawa, perilaku sepanjang jalur pergerakan, luas wilayah jealajah, tipe vegetasi yang yang digunakan untuk beraktivitas dan jenis-jenis pakan yang dikonsumsi. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisa deskriptif, analisa peta dan analisa vegetasi. Penelitian dilakukan terhadap tiga individu badak dengan ukuran 25/26, 26/27 dan 28/29. Dari hasil pengamtan diketahui bahwa pola pergerakan badak jawa relatif teratur dan selama bergerak pada jalur pergerakannya tidak terlepas dari aktivitas makan dan berkubang serta berada pada daerah-daerah yang kaya akan sumber air dan sumber pakan seperti aliran anak sungai Cibandawoh dan Cikeusik.Panjang jalur pergerakan masing-masing adalah 3.625 km (25/26), 5.4 km (26/27) dan 5.6 km (28/29). Jalur ketiga individu saling tumpang tindih namun masih berada pada wilayah jelajahnya masing-masing. Ruang yang digunakan untuk menjalani aktivitas hidupnya adalah sekitar 17.8 km2.
Back | Top | Halaman Depan