Monitoring Terumbu Karang Taman Nasional Ujung Kulon
TIM KERJA
Kerjasama Balai Taman Nasional Ujung Kulon dan WWF Indonesia (2003)
Taman Nasional Ujung Kulon merupakan satu situs warisan dunia (Worl Heritage Site) karena mememiliki kekayaan sumberdaya alam hayati yang sangat besar seperti spesies Badak Jawa dan juga ekosistem dataran tinggi, dataran rendah, hutan pantai dan juga berbagai ekosistem laut seperti hutan pantai, mangrove, padang lamun, mudflats, muara sungai dan juga terumbu karang. Untuk mengetahui kondisi dari berbagai ekosistem penting itu, maka dilakukan pemantauan. Khusus untuk ekosistem laut, terumbu karang merupakan ekosistem yang sangat penting karena berfungsi antara lain sebagai produser primer (alga, fotosintesis, dll), dan juga memiliki fungsi fisik sebagai pelindung pantai dari gempuran ombak. Pemantauan terumbu karang telah dilakukan 5 tahun terakhir, didanai oleh berbagai institusi seerti WWF Swedia Sida dan Yayasan Tahija. Program pemantauan terumbu karang ini telah mendapatkan data mengenai perkembangan dan kondisi umum terumbu karang di 15 lokasi pemantauan TNUK. Dari hasil pemantauan bahwa rata-rata penutupan terumbu karang (coral cover) tergolong rendah. Namun beberapa tempat seperti Batu Asin (P. Panaitan), Ciapus (P. Peucang) dan P. Badul (control) menunjukkan presentase penutupan yang cukup tinggi sekitar 50% sampai 60%.
Back | Top | Halaman Depan