Kajian Status Keberadaan Tumbuhan Obat Langka di Pulau Jawa dan Upaya Perbanyakannya dalam Rangka Reintroduksi
TIM PENELITI KEBUN RAYA BOGOR dan TNUK 2003
Penggunaan tumbuhan obat oleh masyarakat semakin meningkat, sedangkan usaha budidayanya masih sangat terbatas. Organisasi kesehatan dunia (WHO) memperkirakan sekitar 75- 90% masyarakat dunia yang tinggal di pedesaan masih menggantungkan dirinya terhadap tumbuhan obat sebagai pilihan utama dalam pengobatan dan merawat kesehatan. Tujuan kegiatan ini adalah : a) memperbaharui data-data tentang keberadaan tumbuhan obat langka di Jawa secara umum dan di TNUK secara khusus, b) mempelajari kondisi habitat alami dari tumbuhan obat langka, c) menentukan status lokal dari tumbuhan obat langka Jawa, d) mempelajari alternative pemanfaatan tumbuhan obat secara lestari dan berkelanjutan, dan e) memperbanyak koleksi tumbuhan obat di Kebun Raya.
Metode kerja dalam pelaksanaan kegiatan ini terbagi menjadi 2 pokok studi, yaitu studi ekologi dan studi etnobotani.
TNUK menyimpan banyak kekayaan tumbuhan obat, beberapa jenis tunbuhan obat termasuk golongan langka yang dapat dikategorikan sebagai jenis-jenis kritis. Jenis-jenis yang dimaksud memiliki prospek kepunahan yamh tinggi secara lokal dikarenakan tingkat populasinya yang rendah dan struktur populasinya yang labil saat ini. Tujuh tumbuhan obat langka yang ditemukan adalah Oroxyllum indicum, Cinnamomim syntoch, Alstonia scholaris, Symplocos odoratissima, Kadsura scandens dan Alyxia reinwardtii. Tumbuhan obat langka tersebut mempunyai kegunaan yang lain, seperti bahan bangunan, kerajinan, sumber pangan dalam kaitan yang berbau magic. Hal yang sangat menggembirakan adalah adanya pemahaman yang cukup baik diukalangan masyarakat setempat mengenai perlunya dan pentingnya upaya-upaya perbanyakan bagi jenis-jenis tumbuhan obat langka tersebut.
Back | Top | Halaman Depan