Studi Keragaman Genetika dan Perdugaan Derajat Perkawinan melalui Keturunan Saudara Seibu berdasarkan Analisa Isozim serta Pengujian Grovenansi jenis Bakau ( Rhizophora mucronata lank)

HAMZAH S3 – Program Pasca Sarjana IPB (2001)

Rhizophora mucronata lank merupakan salah satu jenis tanaman dominant pada hutan mangrove yang menyebar pada substrat Lumpur dalam. Seiring dengan terjadinya kerusakan besar pada hutan mangrove Indonesia , populasi jenis tumbuhan ini menjadi semakin menurun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman genetic, derajat perkawinan silang, menguji pertumbuhan dan menduga heritabilitas provenan Rhizophora mucronata lank dari Sumatera Utara, Riau, Jambi, Ujung Kulon, Muara Angke dan Cilacap. Isozim yang dianalisa meliputi AAT, ADH, EST, MDH,dan PER. Hasil penelitian menunjukkan bahwa provenan Rhizophora mucronata lank yang mengalami kerusakan berat (Riau) dan terisolasi secara geografis (Ujung Kulon) memiliki keragaman genetic yang lebih rendah (heterozigositasnya 0.067 dan 0.087) dibanding provenan Sumatera Utara (0.145) dan Jambi (0.131) yang kondisinya relative tidak rusak. Provenan Muara Angke dan Cilacap yang menerima gen dari luar memiliki keragaman genetic lebih tinggi diantara provenan yang diteliti (0.147 dan 0.271). Analisa Klaster dengan metode pengelompokan rata-rata aritmetika tidak terboboti (UPGMA) menunjukkan provenan-provenan Jawa memisah dengan provenan Sumatera kecuali provenan Ujung Kulon. Tumbuhan Rhizophora mucronata lank memiliki system perkawinan campuran dengan perkawinan sendiri sebagai perkawinan utama. Provenan-provenan yang kondisinya relative tidak rusak (Sumatera Utara, Jmabi dan Ujung Kulon) memiliki derajat silang yang lebih tinggi disbanding provenan yang telah mengalami ekrusakan (Riau dan Muara Angke). Provenan-provenan yang memiliki keragaman genetic yang tinggi memiliki heritabilitas yang tinggi pula.

 

 

Back | Top | Halaman Depan