Laporan Pembinaan Daerah Penyangga Taman Nasional Ujung Kulon
TIM TNUK
Proyek Pengembangan TNUK 1998/1999
Bagi Masyarakat daerah penyangga, TNUK mempunyai arti penting dalam dua hal : pertama sebagai sumber penmenuhan kebutuhan hidup yang dikonsumsi sendiri seperti kayu bakar, bambu, dan protein nabati : kedua sebagai sumber penambahan pendapatan dengan menjual SDA yang dikumpulkan. Hal itu berarti tekanan bagi keutuhan kawasan TNUK bertumpu pada ketergantungan masyarakat terhadap SDA yang berada dalam kawasan, yang secara tidak langsung diakibatkan dari rendahnya kondisi ekonomi masyarakat.
Kegiatan pembinaan masyarakat daerah penyangga ini dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran dan kondisi ekonomi masyarakat di sekitar kawasan dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui bantuan usaha pedesaan baik dengan cara memfasilitasi pemanfaatan lahan secara optimum maupun menciptakan peluang sumber pendapatan alternatif, mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap SDA hayati di dalam kawasan, menyelamatkan potensi kawasan Taman Nasional, mengembangkan dan membina hubungan yang baik antara masyarakat dengan pihak pengelola TN. Metode yang dilakukan adalah observasi ayang dilaksanakan pada bulkan Oktober-November 1998. Hasil dari kegiatan ini adalah terbentuknya 3 kelompok tani di desa Tamanjaya, Kecamatan Sumur yang diarahkan untuk usaha ekonomi konservasi berupa peternakan ayam buras dalam skala rumah tangga, di desa Tunggaljaya Kecamatan Sumur terbentuk 2 kelompok tani yang diarahakan untuk usaha ekonomi penanaman tanaman hutan dengan tumpangsari tanaman buah-buahan. Di Desa Kramatjaya Kecamatan Cimanggu, terbentuk 2 kelompok tani yang diarahkan untuk hutan rakyat, di Desa Padasuka terbentuk 2 kelompok tani yang juga diarahkan untuk hutan rakyat
Back | Top | Halaman Depan