Identifikasi Potensi Sumberdaya Alam Taman Nasional Ujung Kulon untuk Zona Pemanfaatan Tradisional.

Ela Warsita dkk.

Proyek Pengembangan Taman Nasional Ujung Kulon 1995/1996

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis, dan intensitas pemanfaatan sumberdaya alam yang dilakukan oleh masyarakat di sekitar kawasan. Dengan teridentifikasinya pemanfaatan sumberdaya alam oleh masyarakat sekitar kawasan, diharapkan dapat menentukan lokasi yang potensial untuk dikembangkan sebagai zona pemanfaatan tradisional.

Metoda yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara dan observasi langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat variasi yang cukup tinggi dari jenis sumberdaya alam Taman Nasional Ujung Kulon yang dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar kawasan. Namun berdasarkan pola pengambilan sumberdaya alam tersebut dapat diklasifikasikan menjadi dua kelompok yaitu : sumberdaya alam yang dimanfaatkan secara rutin dan musiman. Dari kelima belas jenis sumberdaya alam yang dimanfaatkan oleh masyarakat, 5 jenis yang paling banyak jumlah pemanfaatannya antara lain : kayu bakar, jengkol dan petai, bambu, rumput laut dan jamur. Sedangkan berdasarkan intensitas pengambilan, wilayah rayon gunung Honje Timur. Hal ini diduga karena lebih tingginya rata-rata kepadatan pendudukan pada desa-desa yang terdapat di sebelah Barat kawasan Gunung Honje. Tingkat intensitas pemanfaatan sumberdaya alam disamping dipengaruhi oleh jarak antara desa dengan kawasan Taman Nasional Ujung Kulon, juga sangat dipengaruhi oleh kondisi sosial ekonomi masyarakat. Pada desa dimana kondisi sosial ekonominya masih rendah, seperti desa Tunggaljaya, dan Cigorondong, cenderung mempunyai intensitas pemanfaatan yang lebih tinggi. Kondisi sosial ekonomi masyarakat yang berpengaruh antara lain : komposisi umur, mata pencaharian, tingkat pendidikan dan jumlah tanggungan keluarga.

 

Back | Top | Halaman Depan