Natural resources protection law enforcement (Perlindungan Sumberdaya Alam dan Penegakan Hukum)
ROSS HODDER
Dept Konservasi New Zealand dan Dirjen PHKA-Dept. Kehutanan Indonesia (1990-1993)
Semakin luas habitat yang hilang di daerah Pegunungan Honje dan Taman Nasional Ujung Kulon dapat mengakibatkan punahnya binatang-binatang local yang langka seperti Surili dan Owa Jawa, dan berkurangnya prospek perluasan habitat penting bagi Badak Jawa. Praktek-praktek pemancingan liar membawa dampak yang buruk bagi karang-karangan dan ikan-ikan pada batu karang yang sudah langka dan terancam kepunahan dan habitat laut penting lainnya, yang berada di sekitar Pulau Panaitan. Begitu pula gangguan-gangguan penduduk sekitar di pelosok-pelosok hutan di pinggiran teluk Paraja untuk mencari kayu dan binatang-binatang liar, mengakibatkan badak-badak terganggu dan terancam perburuan. Untuk mengatasi tekanan manusia yang semakin berkembang terhadap sumber-sumber daya alam dalam TNUK PHPA terus meningkatkan kemampuannya untuk memusatkan perhatiannya pada masalah perlindungan sumberdaya alam di TNUK. Tujuan dilaksanakan penelitian ini adalah untuk reorganisasi petugas dan tanggungjawab territorial dan dapat mencegah meluasnya pembebasan dan pembukaan hutan yang berlanjut pada pengambilan kayu.
Dari hasil penelitian diperoleh strategi-strategi konservasi yang merupakan tindakan untuk melestarikan kehidupan margasatwa di TNUK dengan cara melakukan tindakan-tindakan konservasi. Adanya kerjasama dengan pihak kepolisian dan militer dalam operasi penegakan hokum di lapangan dan dalam aksi-aksi penangkapan para pelanggar hokum. Pemahaman tentang hokum yang diterapkan ada perlindungan sumber-sumber alam sangat berbeda-beda tergantung pada intensitas dan ekstensitas. PHPA memperluas cakupan peraturan yang menentukan zona-zona manajemen bagi lingkungan.
Back | Top | Halaman Depan