Resources Mapping Ujung Kulon National Park

ROSS HODDER

Dept Konservasi New Zealand dan Dirjen PHKA-Dept. Kehutanan Indonesia (1990-1993)

Sampai tahun 1992 saat proyek Taman Nasional Ujung Kulon-Selandia Baru dapat memberi salinan dari peta cetakan topografis berskala 1 : 25.000 dari seri peta Rupa Bumi Indonesia; lembar 1109 edisi I yang dibuat oleh Bakosurtanal pada tahun 1989, para petugas taman tergantung pada peta Belanda yang difotolithograf dari tahun 1932 yang diperoleh dari U.S Army (Angkatan Bersenjata Amerika) pada tahun 1943. Peta ini berskala 1 : 50.000 dengan 100 m selingan 150 hyte. Pembuatan peta persediaan dengan informasi yang relevan dan cirri-ciri sumber daya untuk perencanaan pengelolaan dan pengawasan operasional yang disarankan oleh proyek untuk pengembangan bersama dianggap sangat sesuai dengan berasosiasi dengan petugas senior Taman Nasional Ujung Kulon dan mengikuti pandangan dari berbagai tingkat kedudukan karyawan yang dinyatakan dalam suatu seminar yang diselenggarakan oleh proyek.

Laporan ini disusun untuk menjelaskan perkembangan dari segi peta-peta persediaan Taman Nasional ujung Kulon. Dengan menggunakan peta topografis Rupa Bumi Indonesia lembar 1109 berskala 1 : 25.000 sebagai data dasar dan dilengkapi dengan peta U.S Army liputan Pulau Panaitan disarankan untuk mengembangkan seri peta-peta unit rayon dan resort.

Peta Informasi Umum digunakan untuk memberikan informasi yang relevan bagi para wisatawan yang mengunjungi dan melintasi taman. Seri Peta Sumber Daya Alam terdiri dari peta-peta sub seri yang memperlihatkan ciri-ciri alat dan sarana, jenis hutan, margasatwa dan informasi sumber daya alam yang bersifat rahasia. Berdasarkan waktu dan sumber daya, disarankan untuk mengembangkan suatu rencana penyaring mengenai nilai-nilai yang terkandung dalam alam rekreasi taman untuk mendukung dalam merevisi rencana pengelolaan. Rencana penyaringan ini harus dapat mengindentifikasikan nilai-nilai bentang alamm (bentuk lahan, liputan lahan dan mutu pandangan), rekreasi atau nilai-nilai kepariwisataan dan nilai-nilai konservasi.

 

 

Back | Top | Halaman Depan