Rumusan Penanggulangan Perladangan Liar di Taman Nasional Ujung Kulon
GANIP GUNAWAN
Mahasiswa Fak. Kehutanan(KSDH)–IPB (1990)
Salah satu bentuk penyerobotan terhadap tanah kawasan hutan adalah perladangan liar (penggunaan lahan hutan secara tidak sah untuk pertanian tanaman pangan yang diusahakan secara ekstensif). Berdasarkan hasil observasi, perladangan liar (Agustus, 1989) di TNUK sub seksi Gunung Honje Selatan luas perladangan aktif 29 Ha, lahan tidur di Resort Kalejetan 18 Ha, Resort Ciakar 11 Ha dan di Resort Sompok 5 Ha. Berdasarkan hasil sensus masyarakat perladangan liar yang dilakukan selama penelitian terhadap 250 KK yang melakukan perladangan liar berpindah di dalam kawasan TNUK setiap peladang rata-rata menggarap lahan hutan 0,86 Ha, dengan demikian setiap tahun luas areal perladangan berpindah akan mencapai 215 Ha dengan wilayah perpindahan seluas 645 Ha. Sembilan tahap dalam kegiatan perladangan di TNUK yaitu: penerawasan, penyacaran, ngaganggang, ngahuru, ngaduruk, membuat saung, ngaseu, menjaga dan panen. Pola perpindahan perladangan antara satu ladang dengan lainnya dilaksanakan setiap selang satu tahun, masa bera (value period) lima tahun. Derajat kerusakan tegakan hutan perbatasan antara area perladangan dengan hutan primer berdasarkan tingkat permudaannya adalah 16, 19 % untuk tingkat semai, 19,92 % untuk tingkat pancang, 33,33 % untuk tingkat tiang dan 43,11 % untuk tingkat pohon. Desakan kebutuhan masyarakat akan hasil hutan dan lahan hutan yang semakin meningkat dengan kondisi sosial ekonomi yang semakin rendah mendorong timbulnya praktek perladangan liar. Perladangan liar juga terjadi karena adanya kesempatan dari sistem pengelola hutan yang rendah seperti pengamanan yang terbatas, tata batas yang kurang jelas, peraturan dan perundangan yang belum dipahami oleh masyarakat. Perladangan liar di TNUK merupakan masalah yang ada kaitannya dengan masyarakat, pemerintah dan kondisi hutan. Ketiga faktor tersebut berkaitan dalam menimbulkan perladangan liar. Upaya penanggulangan ditempuh melalui strategi-strategi yang diterapkan terhadap faktor-faktor yang menjadi penyebb dan pendorong terjadinya perladangan liar.
Back | Top | Halaman Depan