Pariwisata berkelanjutan melalui Pengembangan Model paket Wisata di Propinsi Banten

Ir. Rahayu Triko. MT

Pusat Kajian seisi & Teknologi Univ. Borobudur Jakarta (2001)

Otonomi daerah yang mulai direalisasikan membuat setiap daera merencanakan kembali seluruh sector melalui pengembangan potensi daerah tersebut. Salah satu yang diutamakan adalah sector pariwisata. Di wilayah banten, sebagai propinsi baru yanngmemiliki potensi wisata alam (Pantai Karang Bolong, Pantai Anyer, Pantai Carita, Tanjung Lesung), wisata budaya (Banten Lama dan Baduy), Ekowisata (Taman Nasional Ujung Kulon) dan wisata peminatan khusus-religi (Masjid Agung Banten, Makam Syech Maulana Yususf) diharapkan dapat turut berperan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Banten yang tergolong rendah. Namun pengelolaan yang belum terkoordinasi menyebabkan apa yang diharapkan masih sangat jauh. Tujuan penelitian adalah menghasilkan suatu panduan bagi wisatawan, pengelola industri pariwisata dan pemerintah dari pengelolaan paket wisata di Banten dengan obyek-obyek wisata yang menarik, biaya yang variatif dan waktu tinggal wisatawan yang relatif disesuaikan dengan kebutuhan wisatawan, sehingga data merupakan suatu bagian yang dapat memiliki kontribusi untuk pariwisata yang berkelanjutan.

 

 

 

Back | Top | Halaman Depan