Perencanaan Program Interpretasi pada Jalur Cidaun-Cibunar di Taman Nasional Ujung Kulon Jawa Barat

YAKSI HADI SUMANTRI

Mahasiswa Fak. Kehutanan (KSDH)-IPB (1998)

Salah satu kawasan TN. Ujung Kulon yang merupakan habitat Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) adalah Semenanjung Ujung Kulon. Di daerah Semenanjung Ujung Kulon ini, salah satu jalur utamanya adalah Cidaun sampai Cibunar dengan panjang jalur 7,9 km.

Disamping itu pada jalur yang sarat dengan pemandangan alam yang indah tersebut bentuk pelayanan program interpretasinya belum ada. Untuk menunjang kepentingan pemanfaatan kawasan tersebut perlu dilakukan pengkajian dan penilaian potensi sumberdaya alam flora dan fauna, nilai historis dan lain-lain untuk kepentingan interpretasi.

Penelitian ini bertujuan untuk menyusun perencanaan program interpretasi dan perencanaan fasilitas-fasilitas pendukung interpretasi pada jalur antara Cidaun sampai Cibunar di TN. Ujung Kulon, Jawa Barat.

Perencanaan program interpretasi disusun melalui beberapa tahap yaitu : (1) pengumpulan data (inventarisasi pengunjung dan obyek interpretasi), (2) analisis pengunjung dan obyek interpretasi, (3) sintesis (penentuan materi, media dan obyek yang diinterpretasikan, (4) perencanaan interpretasi (fasilitas dan program interpretasi yang dapat dikembangkan).

Kebutuhan fasilitas dan pelayanan interpretasi bagi pengunjung antara lain meliputi informasi mengenai flora dan fauna, peta jalur, papan petunjuk arah label-label dan pusat informasi. Fasilitas yang ada terpusat di dua tempat yaitu di Cidaun dan Cibunar. Di jalur masuk Cidaun sudah ada papan petunjuk arah untuk jalur ke arah Selatan (Cibunar) dan Barat (Cibom). Di luar padang penggembalaan Cidaun terdapat menara pengintai yang sudah tidak berfungsi lagi dan sebuah papan informasi, di dalam padang penggembalaan terdapat sebuah menara pengintai yang masih berfungsi. Fasilitas lainnya yaitu di Cibunar berapa shelter dan pos jaga yang lokasinya sama.

Bentuk pelayanan interpretasi bagi pengunjung tidak hanya ditunjang oleh kebutuhan fasilitas saja, namun didukung pula oleh potensi sumberdaya alam yang menarik dan khas di sepanjang jalur ini. Potensi sumberdaya alam tersebut meliputi flora dan fauna, pantai Cidaun dan Cibunar, lokasi sekitar bukit Kendeng yang sering digunakan sebagai jalur lintasan Badak Jawa, lokasi perkampungan di Cijengkol sebelum tahun 1883, dan sebuah gejala keunikan alam berupa hamparan batuan berundak di pantai Selatan (Cibunar).

 

 

Back | Top | Halaman Depan