Observasi Kotoran Badak Jawa ( Rhinoceros sondaicus ) di Semenanjung Ujung Kulon
NANA. S. ALAM dan IWAN SETIAWAN
Papila Club (1998)
Badak Jawa ( Rhinoceros Sondaicus ) merupakan salah satu dari lima jenis Badak di dunia yang sampai saat ini dapat mempertahankan hidupnya. Satwa ini merupakan salah satu sisa peninggalan satwa yang terevolusi, karena memiliki ciri-ciri kepurbaan sehingga mempunyai nilai yang amat tinggi dipandang dari segi keilmuan. Namun Badak Jawa tidak seperti jenis Badak lainnya yang mudah ditemukan dan dipantau secara langsung, baik dari pola kehidupan sehari-hari ataupun kegiatan yang lainnya. Untuk mengetahui jumlah jantan dan betinanya dapat diamati dari kotoran dan perubahan secara alami maupun tidak alami.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah badak jawa jantan dan betina sehingga diketahui jumlah populasi badak jawa di Semenanjung Ujung Kulon.
Metode pencarian kotoran badak jawa ini adalah dengan pelacakan dan pengukuran jejak lama dan baru dengan jarak tempuh pencarian dari garis pantai sampai zona inti max 4 km.
Hasil yang diperoleh dari pelacakan dan pengukuran jejak dan kotoran badak maka dapat diamati bahwa pada musim kemarau bahwa badak mengeluarkan kotoran tidak jauh dari kubangan, disekitar sungai dan semak-semak. Ada 2 perubahan secara alami maupun secara tidak alami. Secara alami akan hancur oleh hujan/sungai. Secara tidak alami akan rusak oleh satwa lain seperti babi dan biawak. Perkembangan terbaru daya jelajah badak sampai padang rumput Cibunar.
Back | Top | Halaman Depan